Kategori
Drama

Review Asimetris (2018)

Sinopsis :

Apa sih film dokumenter yang “booming” akhir-akhir ini menjelang pemilu. Tentu saja, Sexy Killers. Film dokumenter karya Watchdoc Documentary ini menyorot dampak kehadiran perusahaan (PT) yang berhubungan dengan pertambangan kepada masyarakat. Tapi, ini bukan membahas film dokumenter yang hampir membuat kita berpikir golput. Sesuai dengan judul, saya akan mengulas film dokumenter yang tak kalah keren dengan Sexy Killers (2019). Mengisahkan sebuah komoditas bernama “Kelapa Sawit” yang justru menimbulkan perseteruan antara Perusahaan Kelapa Sawit dengan masyarakat & komunitas.

Alur film ini dibuka dengan sisi positif kehadiran kelapa sawit. Seperti yang kita tahu, kelapa sawit memiliki banyak kandungan, sehingga melalui alurnya, penonton diajak bahwa kelapa sawit tak pernah lepas dari kehidupan kita. Alurnya yang maju serta plot yang menyimpan banyak gerakan informasi, berhasil membuka mata setiap penonton bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berurusan dengan komoditas ini.

Karakter-karakter dari film tak jauh dari golongan masyarakat & koperasi di sebuah desa yang disorot. Bukan hanya itu, masyarakat tertentu memiliki cara untuk tidak bergantung dengan kelapa sawit. Meskipun ada yang mendapat penghasilan dari kelapa sawit, maka penghasilan tersebut tak beda jauh dengan perawatan yang mahal. Pemerintah memiliki peran terhadap perkembangan komoditas ini, tapi cukup memberatkan masyarakat sehingga tak berdampak luas.

Visualisasi untuk film ini tak bisa dipandang sebelah mata. Teknik sinematografi yang memanfaatkan eye bird view, high angle, sampai eye level berhasil termanfaatkan sehingga mengancurkan ceritanya. Medium shot-nya berguna sebagai teknik wawancara dengan masyarakat awam. Penggunaan foto-foto lama dengan cuplikan berita cukup menyampaikan tema masalah tanpa bertele-tele.

Hasil gambar untuk Asimetris

Total nilai untuk Asimetris adalah 8.8/10.

Sejujurnya saya lebih menyukai teknik bercerita Asimetris ketimbang teknik penyampaian bagan Sexy Killers.

Sumber : Watchdog Image via YouTube.

avatar Abed Putra

Oleh Abed Putra

Hanya seseorang yang berusaha mencurahkan analisis pemikirannya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai