Before The Flood (2016) merupakan film bergenre dokumenter lingkungan kesekian yang ku tonton. Yang membedakan film ini dengan film-film dokumenter lainnya adalah kehadiran tokoh-tokoh yang memiliki andil besar terhadap perubahan lingkungan. Teknik penyampaian film ini berbeda dengan film dokumenter yang mengandalkan sinematografi epik dengan suara latar belakang (Home) atau kamera tersembunyi dengan semburan darah sebagai balutan horornya (Earthlings). Film ini memiliki teknik tersendiri dalam menyampaikan isi lingkungan, sekaligus sebagai titik lemah terbesar apabila tidak dipahami dengan benar.
Alur film ini adalah maju, sehingga tidak ada kemungkinan flashback hanya untuk pedalaman karakter. Plot untuk film ini mengisahkan perjalanan Leonardo DiCaprio sebagai duta perdamaian PBB mengarungi berbagai belahan tempat di dunia, tujuannya untuk mencari tahu pandangan orang-orang penting terhadap perubahan lingkungan di negeri mereka, serta bagaimana bumi bertahun-tahun kemudian. Kekuatan utama dari film ini adalah teknik wawancara sang tokoh utama terhadap tokoh-tokoh penting berkaitan dengan isu lingkungan. Setiap negara memiliki tokohnya masing-masing, termasuk negara Indonesia yang ikut disorot saat pertengahan durasi. Di samping itu, perjalanan ini dilakukan saat sela-sela syuting film The Revenant (2015) sehingga menambah atmosfer kedekatan dengan lingkungan. Meskipun penggambarannya lebih baik film dokumenter Home ketimbang film ini. Setidaknya film ini berhasil memperkenalkan isu lingkungan kepada penonton menurut kacamata ilmuwan, politikus dan pemerhati lingkungan. Menit-menit terakhir adalah klimaks film yang mengantarkan kalian pada sebuah kesimpulan.
Visual film ini bukan terletak pada sinematografinya, meskipun teknik yang digunakan adalah teknik wawancara terhadap narasumber. Kekuatan utama film ini adalah penggambaran bumi versi CGI(Computer-Generated Imagery). Perpaduan komputer serta penggambaran bumi melalui bentuk peta dunia, berhasil membuat mata penonton takjub. Terlebih lagi saat penggambaran negara-negara beserta aliran listrik yang digunakan untuk kebutuhan.
Karakter merupakan poin utama film ini, berbeda dengan film dokumenter lainnya yang menggunakan suara latar belakang. Kenyataannya seperti yang dijelaskan di awal bahwa karakter-karakter di film ini adalah sosok penting terhadap isu lingkungan, sehingga rawan adanya propaganda apabila hanya dipandang tanpa dipahami konteksnya. Setiap karakter memiliki pendapatnya masing-masing terhadap isu lingkungan, tapi itulah yang menjadikan film ini berhasil memberikan nyawanya terhadap isu yang baru-baru ini terasa dampaknya.
Total score untuk Before The Flood adalah 8,3/10. Cocok untuk yang ingin memperdalam isu lingkungan dari sudut pandang ilmuwan, pemerhati alam, politikus, dan seorang pastur yang cukup terkenal.
Link Sumber:

