Indonesia merupakan Negeri yang kaya sumber daya baik itu sumber daya nabati dan hewani (berasal dari kehutanan), maupun juga kelautannya. Indonesia merupakan Negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, memiliki 5,8 km2 zona maritim, hutan bakau dan lamun terbesar, serta merupakan bagian terbesar dari segitiga karang di dunia. Pemberdayaan kelautan di Indonesia di awasi oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Mereka memiliki dasar organisasi berdasrakan Peraturan Presiden No 94 Tahun 2006. Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan pintu perlindungan untuk kelautan dan perikanan Indonesia serta mengembangkan penelitian demi kemajuan ekonomi dan keanekaragaman hayati di laut.
Sekarang ini, cukup banyak berita yang terkait dengan isu kelautan. Di samping tenarnya penenggalaman kapal-kapal asing yang mengambil ikan dengan dalih tidak melanggar batas kontinen. Ada sebagian yang cemas dengan pencemaran minyak hasil kebocoran sebuah sumur yang dikelola salah satu perusahaan BUMN, yaitu Pertamina. Beruntungnya, sumber kebocoran minyak tersebut ditargetkan ditutup awal Oktober demi mencegah kebocoran dan tumpahan minyak meluas.
Tentunya kebocoran ini merugikan seluruh pihak yang berkaitan dengan laut. Yang terdampak adalah para nelayan, tak heran mengajukan gugatan dengan pasal KUHPerdata tentang kelalaian kepada Pertamina. Selain itu, pihak Pertamina memilih untuk membayar ganti rugi tahap awal kepada nelayan-nelayan sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
Mari kita berpikir sejenak mengenai tumpahan minyak yang semestinya mampu diawasi oleh Pertamina. Sumur yang dikelola Pertamina merupakan kawasan lama, hanya saja data-data yang dibutuhkan terkait kebocoran tidak bisa dipublikasikan. Wajar, perwakilan Greenpeace, Walhi, sampai aktivis meragukan transparansi data Pertamina. Keterbukaan merupakan hal yang penting untuk saat ini.
Sementara kita disibukkan dengan Pertamina yang belum selesai mengurus minyak yang bocor. Ada baiknya berkenalan sedikit dengan program TNC bertajuk Indonesia Ocean Biodiversity. Lokasi projek untuk pengembangan penelitian terhadap laut beserta sumber dayanya terdapat di Kalimatan Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Sesuai temanya, TNC bekerja-sama dengan Kementerian apabila berurusan untuk perkembangan daerah-daerah yang dekat garis pantai. Salah satu desa yang ikut pendampingan bahkan menghasilkan panen berlimpah berkat teknik sasi yang dipegang turun-temurun.
Daripada itu, TNC juga perlu memberikan solusi terkait pencemaran minyak yang merusak habitat laut. Program-program sains TNC terlebih untuk program kelautan, diharapkan mampu memulihkan habitat-habitat yang rusak pasca pencemaran minyak. Selain itu, pihak pemerintah perlu mencarikan solusi agar kebocoran minyak ini tak terjadi di masa mendatang. Ada baiknya pihak Pertamina mengecek kembali sumur-sumur migas, terlebih sumur-sumur migas lama. Teknik monitoring yang selalu dilakukan TNC terhadap program-program mereka, bisa menjadi opsi Pertamina melakukan hal serupa kendati tak sama. Pertamina merupakan perusahaan yang istilahnya perlu ditegasin apabila ingin berubah.
Laut Indonesia yang luas memerlukan perhatian lebih apabila ingin tetap lestari, sampai 10 tahun ke depan. Masyarakat, Pemerintah serta organisasi non-profit diharuskan menyiapkan rencana dan pemikiran terkait nasib laut ke depannya. Bukan hanya berurusan dengan kebocoran minyak, tapi juga tata kota yang terkadang mengambil alih lahan yang diperuntukkan untuk penghijauan. Hukuman berupa penenggelaman kapal-kapal asing serta pembenahan sistem untuk migas yang berumur menjadi tahapan awal mendekatkan manusia dengan laut.
Wacana mendekatkan manusia dengan laut, seperti halnya di Raja Ampat, bukanlah proses yang turun dari langit. Begitu banyak halangan dan persepsi negatif bahwa alam Indonesia itu luas, jadi tinggal ambil seenaknya. Padahal pengambilan secara sembarangan justru merusak ekosistem laut secara perlahan. Yang dibutuhkan itu kesadaran bahwa manusia tinggal bersama spesies lainnya, sehingga tidak egois ketika mengambil sesuatu dari alam secara kasar, terlebih laut.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4065747/pertamina-tutup-sumber-tumpahan-minyak-di-laut-karawang
