Sebelum memulai ulasan yang tertunda akibat UTS dan sebagainya, mari kita berkenalan dengan film kesekian dari Denis Villeneuve, seorang sutradara dari Kanada yang terkenal akhir-akhir ini. Setidaknya untuk mampu memahami filosofi dirinya terhaap film, diriku maraton film-filmnya yang “booming” dari rentang tahun 2013-2017.
Tentu saja, film pertama yang ku tonton adalah Blade Runner 2049(2017), sebuah film misteri sci-fi berdurasi 163 menit(2 jam 43 menit). Setelah simpang-siur mencari film yang baik untuk istirahat, diriku melanjutkan lagi dengan film Sicario(2015), Arrival(2016), dan Prisoners(2013).
Prisoners(2013)merupakan film misteri drama-kejahatan dibuat oleh sutradara ini, sekaligus salah satu film terpanjang untuk keseluruhan karya sutradara ini, yaitu 153 menit(2 jam 33 menit). Tentunya, film ini memiliki kelebihan dibandingkan senior-seniornya, hanya saja, kelebihan tersebut menjadi bumerang untuk film ini walau tak begitu besar.
Alur film adalah maju, kendati ada kilas balik, tetap berpacu dengan kemajuan di setiap scene-nya. Plot untuk film ini cukup berat apabila dicerna oleh anak berumur 10 tahun ke bawah. Setidaknya plot-nya sudah cukup berlapis dengan misterinya sebagai pemandu cerita. Kekuatan film ini justru terletak di nilai antar karakternya. Keputusaan yang melanda membuat cerita semakin menarik untuk di lihat akhirnya. Itulah sebab petunjuk utama datang pasca masuk babak ketiga. Menjelang babak terakhir, kita melihat bagaimana film menutup misterinya dengan rapi, kendati tidak “wah.”
Sinematografi untuk film ini cukup menarik. Teknik “frog”, “medium” dan latar belakang yang sedikit kotor cukup membuat kita merinding. Lagu pengiringnya sangat konsisten membangun suasana. Hanya saja, teknik seperti ini mengingatkanku dengan Zodiac (2007). Beruntung tema misterinya mengarah ke penculikan anak-anak. Kekurangan terbesar film ini tidak adanya gaya khas sang sutradara, yang kemungkinan ditemui di 3-4 film ke depannya. Menurutku sutradara ini menggunakan film ini sebagai formula awal gaya khasnya nanti.
Karakter adalah poin penting, dan film ini berhasil mengantarkannya dengan baik. Kita mampu berkenalan dengan ayah dan detektif yang mulai gusar dan curiga terhadap kasus ini. Setidaknya saya menikmati akting dua aktor utama membangun hubungan mereka. Karakter antagonis film ini cukup tiga orang, tapi menjelang akhir durasi, kita bakal mengetahui sang antagonis dan motifnya yang menurutku tidak membentuk urgensi penting. Bahkan motifnya masih kalah dengan si anak perempuan yang di kecewakan temannya. Karakter – karakter pendukung hadir sesuai porsinya.

Total Nilai adalah 8,5/10. Cocok sebagai pintu gerbang penyuka misteri, kendati racikan misterinya belum mampu menyamai kemisteriusan film-film bergenre sama.
Link Sumber:
