
Tak terasa sudah penghujung tahun 2020, menuju tahun 2021. Oleh karena itu, penulis mengucapkan merry christmas 2020 bagi pembaca ataupun pengunjung situs ini. Baik yang sekadar lewat maupun membaca salah satu artikel opiniku.
Ulasan kali ini menceritakan animasi dari Negara tetangga, yang hadir pada 2019 di layar kaca. Animasi ini merupakan salah satu waralaba dari banyaknya animasi buatan Negara tetangga ini. Judulnya terpampang di awal tulisan. Animasi ini rilis pada 8 Agustus 2019, berdurasi 2 jam, dan ditujukan dengan kalangan umur. Meskipun penulis berpandangan bahwa animasi berformat film ini perlu pendampingan orang tua.
Sinopsis nya menceritakan Boboiboy (disuarakan Nur Fathiah Diaz) dan kawan-kawannya yang diserang sosok penjahat bernama Retak’ka (disuarakan oleh Fadzli Mohd Rawi). Diketahui bahwa Retak’ka adalah pemilik terdahulu kuasa elemen yang saat ini menjadi andalan boboiboy. Oleh karena itu, boboiboy mencari cara mengalahkan Retak’ka dan mendalami kuasa elemen miliknya.
Alurnya campuran, tapi lebih condong alur maju. Karena alur mundur hanya diceritakan singkat, kecuali pertarungan retak’ka melawan penguasa elemen tanah yang membekukannnya. Alur maju cukup terasa dengan kehadiran retak’ka yang mengancam sejumlah planet yang memiliki kekuatan elemen. Pertarungan pertama boboiboy melawan retak’ka menjadi kunci motivasi boboiboy mendalami sumber kekuatan elemennya dan teknik menguasainya.
Perbedaan antara film dan prekuelnya terlihat jelas saat memasuki babak ketiga. Karena penekanan film bukan hanya persahabatan, melainkan bagaimana bertanggung jawab terhadap kekuatan yang sewaktu saat mampu menjerumuskan seseorang ke kegelapan. Babak ketiga menghasilkan cerita dibalik alasan retak’ka menjadi sosok penjahat.
Menurut pribadi penulis, pertarungan kedua (dan terakhir) boboiboy melawan retak’ka adalah yang terbaik dalam formatnya. Karena teknik pertarungan boboiboy meningkat dan bervariatif berkat latihan di planet Quabag. Planet Quabag adalah lokasi terdamparnya boboiboy dan teman-temannya pasca pertarungan pertama. Pertarungan boboiboy melawan retak’ka mengingatkan penulis dengan pertarungan terakhir boboiboy melawan bora ra. Namun, pertarungan itu hanya mengedepankan adu kekuatan, tapi kaku saat mengeluarkan teknik bertarung.
Karakter-karakter, baik protagonis maupun antagonis berkembang sesuai porsinya sepanjang dua jam durasi penayangan di depan layar kaca. Masing-masing karakter mengalami karakterisasi, terutama Adu du, sang minor antagonist favorit penonton. Tak ketinggalan sahabat masa lalu retak’ka yang berperan melatih dan memotivasi tokoh utama untuk berani mengolah kekuatan elemennya. Tokoh retak’ka sebagai villain tidak bisa dianggap sebelah mata, tetapi mampu dipandang sebagai ancaman yang bukan kaleng-kaleng.
Pergerakan animasi cukup halus dan nyata dipandang mata. Lalu, transisi tiap bagian dipisahkan dengan nama lokasi planet yang dituju tiap-tiap karakter. Ada transisi hitam juga sebagai pemisah antara scene pertarungan dan latihan. Penggambaran wajah dan tubuh tiap-tiap karakter memberikan kesan tajam kepada penonton. Pewarnaan terhadap latar suasana bervariasi antara planet satu dan yang lainnya saat dihadirkan di layar kaca.
Jangan khawatir dengan genre nya yang terkesan ‘keras’ bagi anak-anak. Karena ada scene yang mengundang tawa halus dan memperlihatkan kedekatan ayah dan anak. Kemudian, hubungan kuat antara kakek dan cucu. Pertarungan adalah energi utama film sehingga diporsi merata dengan drama di dalamnya. Akibatnya, penonton memahami keseluruhan kronologi cerita tanpa meninggalkan lubang besar dalam kontinuitas dalam durasinya (lubang tetap ada tapi minor).
Lalu, sebelum menonton film, terlebih dahulu menonton serial terdahulu, yaitu Boboiboy Galaxy (2016). Namun, bila kalian masih awam dan belum mengenal lingkup cerita boboiboy beserta teman-temannya, bisa menonton serial Boboiboy (2012) yang terdiri dari tiga musim dan satu film waralabanya berjudul Boboiboy: The Movie (2016). Film ini bertindak sebagai prekuel sebelum menuju ke Boboiboy Movie 2.
Skor untuk Boboiboy The Movie 2 (2019) adalah 8.5/10
Film ini cocok mengisi waktu luang pasca mengerjakan pekerjaan rumah ataupun kantor, terutama pecinta format animasi. Disarankan menonton film ini dua kali (rewatch) sehingga feel adrenalin tersampaikan.
Link Sumber:
