Kategori
Action Adventure

Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) (2011)

Imdb.com

“You didn’t betray me. You betrayed yourself.”

Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) merupakan film sekuel dari Revenge Of The Fallen (ROTF) dan Transformers. Ketiga film dikenal dengan sebutan trilogi Transformers mulai 2007 sampai 2011. Dicatat bahwa trilogi ini masih berhubungan dengan dua sekuel Transformers versi baru, yaitu Age Of Extinction (AoE) dan Last Knight (LK) yang dimulai pada 2014 sampai 2017. Namun, kelima film ini tidak berhubungan dengan Bumblebee (2018).

Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) dirilis pada 2011, tepatnya 23 Juni di negara asalnya. Lalu, rilis 5 Agustus 2011 di Indonesia. Film ini disutradai Michael Bay (Armageddon, Pearl Harbor), naskahnya ditulis Ehren Krueger (The Ring, Scream 3), dan lagu utamanya berjudul Irisdescent dari Linkin Park. Band beraliran rock amerika dari California, Amerika Serikat.

Film ini mendapat tanggapan negatif dari kritikus, tapi menjadi positif di mata penonton, baik awam maupun yang memperdalam sejarah Transformers melalui pencarian mbah Google. Oleh karena itu, biarkan film mengalir apa adanya tanpa berpikir keras saat menontonnya. Transformers: Dark Of The Moon meraup keuntungan senilai 1.124 miliar dolar Amerika. Film ini bertengger di urutan keempat serial Transformers berdasarkan artikel USA Today terbaru pada 2018 yang menyertakan Bumblebee (2018) dan animasi Transformers: The Movie (1986).

Transformers: Dark Of The Moon mengisahkan perlombaan luar angkasa antara Autobots dan Decepticon memperebutkan pesawat Autobots bernama The Ark, yang diduga mengangkut peralatan penting milik Autobots dari pertempuran di Cybertron. Namun, terdamparnya The Ark di bulan menimbulkan konspirasi antara manusia dan para robot.

Alur film berurutan dari masa lampaui ke sekarang sehingga ada kemiripan dengan Transformers: Revenge Of The Fallen (ROTF) yang rilis pada 2009. Namun, prolog ditutup dengan kesuksesan sejarah mendarat di bulan dan penampilan satu karakter robot bernama Sentinel Prime (disuarakan Leonard Nimoy) yang memiliki peran penting dalam film. Kisah asmara dua karakter manusia, yaitu Sam Witwicky (Shia LaBeouf) dan Carly (Rosie Huntintong-Whiteley) menjadi pembuka manis pemikat penonton. Interaksi Sam dengan ortunya, Ron (Kevin Dunn) & Judy (Julie White) menjadi awal penonton masuk ke alurnya Sam.

Sementara itu, Optimus Prime (disuarakan Peter Cullen) & Lennox (Josh Duhamel) secara mengejutkan berhadapan dengan Shockwave (disuarakan Frank Welker) yang mengambil benda mencurigakan dari lokasi misi. Benda itu diduga sebagai bagian dari pesawat The Ark. Penemuan benda ini membawa penonton masuk ke alurnya Autobots.

Alur Sam dan Autobots ternyata dalam pantauan Decepticon yang dipimpin Megatron (disuarakan Hugo Weaving) dibantu Soundwave (disuarakan Frank Welker) dan Laserbeak (disuarakan Keith Szarabajka) yang berperan sebagai penghubung dengan salah satu manusia/klien Soundwave.

Tiga alur berbeda bertemu dalam satu titik pembuka babak kedua yang menunjukkan dua pengkhianat, baik dari pihak manusia maupun robot. Pihak dirugikan adalah Autobots yang kehilangan kepercayaan di mata masyarakat. Babak ketiga adalah Decepticon yang menjalankan rencana dan perlawanan Autobots serta prajurit gabungan Lennox-Epps (Tyrese Gibson). Tidak lupa Sam dan Carly yang ikut andil dalam perang sesuai porsi masing-masing.

Karakterisasi bagian manusia menjadi problem harian dalam serial Transformers trilogi. Namun, hal itu sedikit terobati dalam film berdurasi dua jam 34 menit yang berhasil menyampaikan porsi cukup untuk perkembangan karakter manusia. Sam Witwicky menjadi sosok yang tegas saat memasuki arena perang, dan Carly yang mengeluarkan kemampuan persuasinya kepada salah satu Decepticon. Kemudian, tindakan Carly mengubah akhir perang di Chicago.

Epps dan Lennox tampil sebagai pemimpin pasukan yang cekatan dan terarah saat melawan Decepticon tigkat bawah. Akting terbaik jatuh pada agen Simmons (John Turturro) yang sudah andil sejak Tranformers pertama. Karakter antagonis manusia sesuai dengan porsi dan perannya, baik yang berpihak ke Decepticon maupun perwakilan pemerintah sektor pertahanan.

Kemudian, karakterisasi Autobots dan Decepticon kurang lebih sama saat Transformers: Revenge Of The Fallen (2009), tapi dalam DOTM, pihak Decepticon mendapat bantuan dari satu Autobots yang bersekongkol dengan mereka. Persengkokolan ini menjadi awal karakterisasi Optimus Prime dalam membuat pilihannya saat perang nanti. Satu Autobots yang bekerja sama dengan Decepticon memiliki argumen kuat untuk membenarkan tindakannya sehingga tidak mau mendengarkan saran dari Optimus yang notabene muridnya saat di Cybertron.

Visual dan lagu pengiring adalah senjata utama Transformers: Dark Of The Moon. Visual menggunakan konsep 3D & slowmotion menjadi daya tarik penonton menyaksikan perang Autobots x NEST melawan Decepticon. Lalu pertarungan klimaks di atas jembatan patut diacungi dua jempol karena tidak menyisakan napas, seimbang, dan mengundang dua kematian pasca pertarungan.

Meskipun bantuan secara tak langsung datang dari kubu Decepticon, Optimus memilih mengakhiri pertarungan dengan kedua musuh utamanya di jembatan kota Chicago. Lalu, gambaran planet Cybertron saat mendekati bumi berhasil tampil maksimal saat ditonton. Tidak lupa scene terjebak di gedung yang cukup epik sehingga untuk ‘melarikan diri’ terasa sia-sia.

Akhir dari film Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) ditutup dengan epilog baru dari Optimus Prime pasca perang. Menurut penulis, Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) sudah layak menjadi akhir dari kisah Transformers yang dimulai Michael Bay pada 2007. Karena kepingan masa lalu Autobots sudah tergambarkan dan film mencapai happy ending bagi seluruh pihak, kecuali Decepticon serta guru Optimus.

Bila tidak ada kepentingan tambahan pasca produksi film, dunia tidak perlu menyaksikan dua sekuel Transformers baru (2014-2017) yang masih membayangi peristiwa Dark Of The Moon kendati minor. Transformers: Dark Of The Moon memiliki kekurangan, babak pertamanya cukup membosankan saat ditonton pertama kali sebelum terobati di babak kedua dan ketiga. Saran penulis adalah babak pertama perlu ditonton dua ataupun tiga karena ada jawaban sisi gelap dari bulan dan rencana Decepticon. Lalu, kekurangan terletak pada komedi yang kaku kendati cukup me-refresh pikiran penonton.

Transformers: Dark Of The Moon (DOTM) mendapat skor 8,6/10.

Film direkomendasikan menjadi referensi pengenalan dunia robot Transformers dan tontonan visual effect maksimal, serta sebagai sarana refreshing di tengah kesibukan kerja atupun belajar. Kemudian, film diperuntukkan untuk orang dewasa ataupun remaja diatas umur, karena skalanya meningkat dua kali lipat daripada film-film sebelumnya. Selamat menonton.

Link Sumber:

Truitt, B. (2018, December 18). Every ‘Transformers’ movie (including ‘Bumblebee’), definitively ranked. Retrieved January 15, 2021, from https://www.usatoday.com/story/life/entertainthis/2017/06/20/definitie-ranking-of-transformers-movies/103015128/ https://www.imdb.com/title/tt2368254/

avatar Abed Putra

Oleh Abed Putra

Hanya seseorang yang berusaha mencurahkan analisis pemikirannya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai