Kategori
Action Adventure Animation

Series Fast Furious: Spy Racers

Ulasan Series Fast & Furious: Spy Racers (2019-sekarang)

Sumber: unsplash.com 

Serial animasi ini masih mengenai inti cerita saga Fast & Furious yaitu keluarga. Namun, diambil dari sudut pandang berbeda. 

Yang dimaksud kalimat di atas adalah sudut pandang keluarga dari Tony Toretto (Tyler Posey), sepupu dari mantan pembalap jalanan & terduga kriminal, Dominic Toretto (Vin Diesel). 

Organisasi Biro Investigasi Federal (FBI) merekrut Tony bersama ketiga rekannya, untuk mengejar pembalap jalanan, Shashi Dhar (Manish Dayal), pemimpin organisasi SH1FT3R. Pembalap jalanan ini diduga merampok “kunci” dari orang-orang kaya. Saat prosesnya, Tony dan rekannya bertemu Layla Gray (Camille Ramsey), tangan kanan Shashi.

Sinopsis ini adalah permulaan cerita musim pertama. Fast & Furious (FF) Spy Racers memiliki empat musim yang tersedia di Netflix. Setiap musim memiliki musuh yang berbeda dan adrenalin yang berbeda pula. 

Musim pertama memperlihatkan ganasnya balas dendam Shashi Dhar kepada lima pengusaha pemilik kunci yang dahulu mengkhianati orang tuanya. Kemudian, salah satunya menjadi musuh utama musim ketiga, Cleve Kelso (Dave Thomas). Disisi lain, pada musim kedua-ketiga, kita akan diperlihatkan satu musuh yang selalu lolos dari tangkapan, yaitu Rafaela Moreno (Avrielle Corti). Sementara itu, musuh baru untuk musim keempat berasal dari masa lalu organisasi FBI.

Disisi lain, musim pertama memperlihatkan perubahan karakter pada Layla Gray yang semula antagonis sebagai tangan kanan menjadi anti-heroine. Seiring berjalannya serial, tumbuh benih di antara Tony dan Layla walau tidak secara eksplisit.

Meskipun perannya lebih signifikan pada musim kedua, bersama Echo (Charlet Chung), salah satu rekan Tony. Musim kedua juga memperlihatkan perubahan karakter Tony yang semula ceroboh menjadi teratur mengatur rencana. 

Musim ketiga adalah pengenalan keseluruhan tim, karena Layla Gray sudah masuk anggota ‘keluarga’ Tony Toretto. Musim keempat mengupas lebih dalam sisi kehidupan masing-masing anggota keluarga. Mereka dijebak oleh sosok yang terusir dari agensi oleh Ms. Nowhere (Renée Elise Goldsberry) dan ada satu adegan membuat seluruh ‘keluarga’ Tony Toretto saling menyalahkan. Kemudian, membuka mata mereka perbedaan dan persamaan di antara mereka. 

Animasinya cukup halus untuk ukuran tontonan anak-anak dengan bimbingan orang tua. Kemudian, sisi aksinya selaras dengan animasi sehingga adegan tidak masuk akal lebih mudah diterima dengan bentuk animasinya. Contohnya adegan mobil kontainer sebagai markas berjalan tim Tony melayang di jembatan atau adegan melayang dari satu gedung ke gedung lainnya di musim pertama. Adegan-adegan tersebut menjadi mendebarkan karena kekuatan animasi yang bertumpu pada kreativitas.  

Setiap musim Fast & Furious: Spy Racers berakhir Happy Ending. Baik ditutup dengan konser maupun acara dari pihak organisasi FBI. Khusus para penjahat, mereka berakhir di penjara teraman yang cukup jauh dari pemukiman penduduk. Penjara untuk para penjahat diperkenalkan di awal musim ketiga. 

Teknik shot dan angle yang ditampilkan sangat dinamis, baik dari segi pengejaran dengan mobil-mobil keamanan, adu balap di Rio, sampai pengejaran terowongan kota meksiko. Kalian akan menyaksikan adegan eye level sampai wide angle pada pergerakan animasi di layar smartphone.

Shot Close-up dan Big Close-up adalah juaranya penyampaian ekspresi tokoh di serial ini. Tidak terlepas protagonis maupun antagonis. Satu hal yang menarik adalah Dominic Toretto hanya tampil minim, itupun di musim pertama.

Rating serial Fast & Furious: Spy Racers adalah 8/10. Animasinya cukup menarik kendati pondasi cerita tidak jauh dari tema ‘keluarga’ yang ditanamkan Dominic Toretto sejak awal Fast Saga

Sumber: unsplash.com 

avatar Abed Putra

Oleh Abed Putra

Hanya seseorang yang berusaha mencurahkan analisis pemikirannya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai